Makna Pendidikan (28)
HASIL BELAJAR
Oleh:
Dr. Agung Nugroho Catur Saputro, M.Sc.
Pendidikan diselenggarakan untuk tujuan membekali peserta didik dengan kompetensi dan skill yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan. Lembaga pendidikan (sekolah, perguruan tinggi) dapat diibaratkan semacam tempat simulasi kehidupan dimana peserta didik dapat berlatih menghadapi tantangan kehidupan.
Lembaga pendidikan yang baik adalah yang mampu menyesuaikan kurikulumnya sesuai dengan tuntutan zamannya dan zaman di masa depan. Karena peserta didik tidak hanya akan menghadapi kehidupan zaman sekarang, tetapi juga zaman di masa depan, maka seyogyanya lembaga pendidikan selain membekali peserta didik dengan kompetensi dan skill yang dibutuhkan di era sekarang juga harus membekali kompetensi dan skill yang dibutuhkan di masa depan.
Lembaga pendidikan adalah sebuah lembaga yang berisi orang-orang yang dipandang memiliki kompetensi dan skill di atas orang-orang pada umumnya yang diharapkan mampu berpikiran visioner jauh ke depan sehingga mampu memprediksi jenis kompetensi dan skill yang dibutuhkan di masa depan. Lembaga pendidikan yang ideal memiliki struktur kurikulum yang up to date dan visioner. Jadi bidang garapan lembaga pendidikan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan ahli untuk zaman sekarang dan zaman di masa depan.
Peserta didik adalah subjek yang belajar di lembaga pendidikan. Peserta didik datang ke lembaga pendidikan untuk mendapatkan pembelajaran dan pelatihan tentang kompetensi dan skill yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan. Mereka adalah anak-anak yang membawa harapan besar dan memberikan kepercayaannya kepada lembaga pendidikan bahwa mereka akan memperoleh kompetensi dan skill yang akan membantu mereka sukses menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Tetapi fakta di lapangan bagaimana? Apakah harapan setiap peserta didik terwujud? Apakah semua peserta didik yang belajar di lembaga pendidikan menjadi orang sukses dalam kehidupannya? Ternyata tidak semua orang yang pernah mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan menjadi orang sukses. Orang-orang yang pernah mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan ada yang sukses dan ada yang tidak sukses. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Faktor-faktor apa yang mungkin menjadi penyebabnya? Apakah lulusan lembaga pendidikan yang tidak sukses tersebut karena kesalahan dari lembaga pendidikannya?
Setiap lembaga pendidikan pasti sudah berusaha mendesain struktur kurikulum pendidikannya agar relevan dengan tuntutan zaman dan perkembangan sains dan teknologi. Setiap periode waktu tertentu, lembaga pendidikan mengadakan rekonstruksi kurikulum. Kurikulum yang sudah didesain dengan baik tersebut perlu dukungan iklim lingkungan pendidikan yang baik pula serta dukungan dari tenaga pendidik. Kurikulum yang baik tidak akan mencapai tujuan dengan maksimal manakala supporting system-nya kurang baik. Iklim lingkungan pendidikan perlu didesain agar mendukung keberhasilan tujuan kurikulum.
Ketika suatu lembaga pendidikan menerapkan kurikulum pendidikan tertentu, pasti lembaga tersebut sudah mempersiapkan supporting system-nya baik meliputi kebijakan manajemen, penyediaan sarana prasarana, lingkungan belajar yang kondusif, dan dukungan sumber daya manusia (pendidik) yang kompeten. Ketika lembaga pendidikan menyusun kurikulum pendidikannya, pasti juga merumuskan capaian pembelajaran dan profil lulusannya. Jadi proses pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan sudah memiliki arah yang jelas untuk dituju. Capaian pembelajaran dan profil lulusan menjadi panduan arah bagi lembaga pendidikan bagaimana melaksanakan proses pendidikannya dan akan menjadikan apa lulusannya.
Jika lembaga pendidikan sudah mendesain sistem kurikulumnya secara terstruktur, sistematis dan terukur, selanjutnya tergantung kepada bagaimana usaha setiap peserta didik untuk memanfaatkan semua supporting system di lembaga pendidikan tempat mereka belajar untuk mendukung kemajuan belajar mereka. Juga bagaimana dukungan dari keluarga peserta didik terhadap perkembangan hasil belajar mereka. Keberhasilan hasil belajar peserta didik tidak hanya bergantung pada kualitas lembaga pendidikannya tetapi juga bergantung pada keseriusan mereka dalam menjalankan proses pendidikan dan dukungan lingkungan di keluarganya.
Sistem pendidikan di lembaga pendidikan bersifat terintegrasi dimana semua sarana prasarana yang dimiliki merupakan resources sharing. Iklim suasana pembelajaran yang dibangun juga berlaku untuk semua peserta didik. Jadi keberhasilan proses pendidikan peserta didik ditentukan oleh keseriusan peserta didik dalam menjalani proses pendidikannya dan sejauh mana peserta didik memanfaatkan supporting system yang ada di lembaga pendidikan tempat mereka belajar.
Jadi, jika lingkungan pembelajaran yang kondusif sudah didesain sedemikian rupa untuk mendukung keberhasilan belajar peserta didik, jika sarana prasarana sudah disediakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan jika kurikulum pendidikan sudah didesain mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan sains dan teknologi, maka tinggal satu faktor lagi yang dapat mendukung keberhasilan proses pendidikan peserta didik, yaitu peserta didik itu sendiri. []
Gumpang Baru, 6 Mei 2026
NB. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil pemikiran penulis, bukan hasil dari generate AI.
*) Dosen di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret.

