Powered By Blogger

Sabtu, 17 Oktober 2026

MENJADI ORANG TUA YANG MENGINSPIRASI ANAK

 Seni Mendidik Anak (1)



MENJADI ORANG TUA YANG MENGINSPIRASI ANAK

Oleh:

Dr. Agung Nugroho Catur Saputro, M.Sc.



Anak dalam perkembangannya akan mencari role model untuk diikuti. Ketika di dalam kehidupan sehari-harinya, anak tidak menemukan sosok inspiratif di dalam kehidupan keluarganya, maka anak akan mencarinya di luar rumah. 


Di dalam kehidupan keluarga, orang tua memegang tanggung jawab besar dan memainkan peran penting untuk mengarahkan anak-anak. Orang tua memiliki peluang besar untuk menjadi role model bagi anak-anak. Orang tua berpeluang besar untuk menginspirasi anak-anak. 


Di dalam kehidupan keluarga, anak-anak tidak hanya melihat orang tuanya dalam rentang waktu sempit. Tetapi anak-anak justru bisa melihat sikap dan perilaku orang tuanya dengan rentang waktu yang lama. Anak-anak dapat melihat profil orang tuanya secara lengkap dan apa adanya. 


Pengamatan dan kesan anak terhadap orang tuanya tidak akan sama dibandingkan pengamatan anak kepada orang lain. Mengapa? Karena anak bergaul dan berinteraksi setiap hari selama 24 jam. Anak-anak benar-benar melihat langsung bagaimana pandangan, sikap, dan perilaku nyata orang tuanya. Hal ini tidak mungkin diperoleh anak terhadap orang lain karena dibatasi waktu yang terbatas. 


Sebagai misal, ketika seorang anak mengagumi seorang bintang film, umumnya kekaguman anak tersebut muncul karena melihat perilaku sang bintang di filmnya. Anak hanya melihat perilaku sang bintang sebatas di tayangan film yang berdurasi sekitar 1,5 - 2 jam. Perilaku sang bintang tersebut juga sebatas tuntutan skenario film, bukan perilaku asli sang bintang. Tetapi walaupun waktu mengamati sang bintang film cukup singkat, mengapa mampu menginspirasi anak-anak? 


Pertanyaan tersebut layak untuk menjadi bahan renungan bagi para orang tua. Anak berinteraksi dengan orang tua di kehidupan keluarga (rumah) setiap hari. Setiap waktu anak melihat sikap, perbuatan dan perkataan orang tuanya. Tetapi mengapa orang tua tidak mampu menginspirasi anak? Mengapa ada anak yang tidak bangga dengan orang tuanya? Mengapa anak-anak justru mudah mengidolakan orang lain? 


Wahai para orang tua, marilah kita renungkan bersama. Apakah kita sudah menjadi idola bagi anak-anak kita? Apakah perilaku kita sudah menginspirasi anak-anak kita dalam menjalani kehidupannya? Apakah karakter kita sudah menjadi contoh keteladanan untuk anak-anak kita? Mengapa anak-anak lebih suka mendengarkan perkataan para konten kreator dibandingkan mendengarkan perkataan kita? 


Sebagai akhir tulisan ini, saya mengajak para orang tua untuk mulai berefleksi bagaimana agar kita dapat menginspirasi anak-anak. Mari kita mulai dari mengevaluasi pola interaksi kita dengan anak-anak. Seberapa banyak waktu yang kita habiskan bersama anak-anak? Seberapa bermakna waktu kebersamaan kita dengan anak-anak? Dan seberapa besar dampak positif keberadaan kita dalam mempengaruhi kehidupan anak-anak? Mari kita renungkan. []


Gumpang Baru, 12 Oktober 2026

Postingan Populer